Kalender Hijiriyah, Fakta dan Sejarah

Sumber: BMKG

Hari ini (11/9) khususnya umat muslim memperingati tahun baru Hijiriyah 1440. Penanggalan hijiriyah memiliki latar belakang yang panjang dan berbeda dengan penanggalan masehi.

Dikutip di laman wikipedia.org, tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi persitiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Tepat pada tahun 622 penanggalan masehi.

“Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari,” terang Wikipedia.

Sebelum adanya penanggalan Hijiriyah, orang Arab pra-kerasulan Raulullah SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender Hijiriyah. Namun mereka tidak menetapkan “tahun berapa” tapi dengan “tahun apa”.

“Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah,” imbuhnya.

Lalu kemudian salah satu gubernur di kekhalifahan Umar r.a, Abu Musa Al-Asyari menulis surat ke Umar. Intinya surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya.

“Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam,” kutip Wikipedia.

Ada beberapa usulan permulaan tahun Hijiriyah. Akhirnya, usulan Ali bin Abi Thalib r.a yang diterima, yakni momentum hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

“Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah SAW,” ujarnya.

Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Hijiriyah dimulai ketika matahari terbenam. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, jumlah hari dalam Hijiriyah berjumlah 354,36708 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *