Festival Multatuli, yang Bersuara Melalui Max Havelaar

Sumber: historiek.net

Tahun 1860, seorang pegawai Hindia Belanda menuliskan karya populer hingga saat ini. Eduard Douwes Dekker atau lebih dikenal dengan Multatuli, penulis Max Havelaar of De koffieveillingen der Nederlandse Handelsmaatshappij yang berarti Max Havelaar atau persekutuan lelang dagang kopi Belanda.

Multatuli secara tidak langsung juga mengangkat kabupaten Lebak dengan ibukota Rangkasbitungnya. Dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Multatuli adalah menjabat sebagai Asisten Residen Banten saat itu.

Atas dasar inilah Pemkab Lebak dan Kemendikbud menggelar festival budaya pada 6-9 September 2018 ini di Museum Multatuli, Rangkasbitung. Tujuannya adalah mengenang 198 tahun Multatuli.

Multatuli sendiri lahir di Amsterdam pada 2 Maret 1820. Isi Max Havellar merupakan cerita pegawai Belanda yang menuntut keadilan bagi rakyat jajahannya.

“Max Havelaar digadang-gadang sebagai pembuka rahasia penjajahan Belanda atas Hindia kepada dunia,” ujar Kemendikbud di laman kebudayaan.kemendikbud.go.id

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *