Media Inggris Soroti Kerusakan Alam Bawah Laut Komodo

Sumber: www.theguardian.com

Media Inggris baru-baru ini menerbitkan tulisannya tentang alam bawah laut Komodo. Dalam artikelnya, media kenamaan Inggris, The Guardian menyoroti rusaknya alam bawah laut pulau yang masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Artikel berjudul Destroying the world’s natural heritage: ‘Komodo is reaching a tipping point’ ini ditulis oleh Kate Lamb dengan mewawancarai operator selam Ed Statham.

Tulisan diawali terperangkapnya seeokor penyu yang terjebak di jaring ikan. Walaupun kemudian berhasil dilepaskan, menurut Statham ini merupakan peringatan saja bahwa sedang terjadi kerusakan di situs ini.

“Tidak hanya penangkapan melalui pancing dan perahu kecil saja, namun dengan jaring dan penambatan di lokasi selam, (adanya) bangkai dan incaran ikan hiu. Dan hal ini terjadi dalam skala besar,” ujar Statham.

Dalam beberapa tahun, tulisan ini menceritakan ilegal fishing yang sudah merajalela. Sementara itu, tiket masuk taman nasional ini yang juga meningkat 500% sedang jumlah patroli laut yang berkurang.

“Penangkapan ikan ilegal dan merusak dikombinasikan dengan pariwisata yang tidak berkelanjutan memberi beban pada ekosistem di Komodo. Apa yang kemudian terjadi dengan situs UNESCO ini jika semakin dihancurkan?,” tulis artikel tersebut.

Menurut Koordinator Program Warisan Dunia Kelautan UNESCO, Dr Fanny Douvere, banyak langkah yang bisa diambil. Jika kemudian masalahnya menjadi serius, maka akan ditempatkan pada daftar “Bahaya”.

Saat ini terdapat 25 situ laut UNESCO yang berada dalam daftar Bahaya.

“Begitu masuk dalam list, ada indikator untuk segera diatasi,” ujarnya.

Source Link: https://www.theguardian.com/environment/2018/apr/18/destroying-the-worlds-natural-heritage-komodo-is-reaching-a-tipping-point

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *